Deposito: Cara Kerja dan Cara Hitung Bunganya
Deposito adalah simpanan berjangka: kamu "mengunci" dana selama tenor tertentu (1, 3, 6, atau 12 bulan) dan sebagai imbalannya dapat bunga lebih tinggi dari tabungan biasa — umumnya 3–5% per tahun vs di bawah 2% untuk tabungan. Rumusnya sederhana:
Bunga bersih/bulan = Pokok × Suku bunga ÷ 12 × (1 − 20%)
Pengali 0,8 itu karena pajak bunga deposito bersifat final 20% — dipotong otomatis oleh bank, tidak perlu dilaporkan lagi di SPT (berbeda dengan bunga obligasi/tabungan besar yang masuk penghasilan).
Deposito Rp 100 juta, bunga 4% per tahun, tenor 12 bulan.
Bunga bruto/bulan = Rp 100 juta × 4% ÷ 12 = Rp 333.333. Pajak 20% = Rp 66.667. Bunga bersih = Rp 266.667/bulan, atau Rp 3,2 juta setahun. Dana akhir tenor = Rp 103,2 juta.
Efektif imbal hasil bersihnya = 3,2% per tahun — di bawah inflasi pada tahun-tahun tertentu. Itulah kenapa deposito cocok untuk parkir dana, bukan untuk mengejar pertumbuhan.
Kapan Deposito Pilihan yang Tepat
- Dana darurat tahap lanjut — sebagian dana darurat bisa diparkir di deposito 1 bulanan yang di-rollover (ARO), bunganya lebih baik dari tabungan tapi tetap relatif likuid.
- Target jangka pendek (≤ 1 tahun) — misal DP rumah atau biaya nikah yang sudah pasti dipakai tahun depan. Pokoknya aman, tidak fluktuatif seperti saham.
- Profil super konservatif — tidak tahan melihat portofolio merah walau sedikit.
Sebaliknya, untuk tujuan 3–5 tahun ke atas, imbal hasil deposito yang rendah (setelah pajak dan inflasi) membuatnya kurang optimal dibanding reksadana campuran atau instrumen lain.
Yang Wajib Diperhatikan
- Penalti pencairan dini. Cairkan sebelum jatuh tempo? Kena penalti (biasanya bunga hangus sebagian/bunga tabungan saja). Pilih tenor sesuai kapan dana dibutuhkan.
- Bunga penjaminan LPS. Simpanan dijamin LPS sampai Rp 2 miliar per nasabah per bank hanya jika bunganya tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS. Bunga promo bank digital yang kelewat tinggi bisa di luar jaminan.
- ARO vs non-ARO. Automatic Roll Over memperpanjang otomatis — praktis, tapi pastikan kamu ingat jadwalnya kalau dananya mau dipakai.
- Bandingkan bank digital. Selisih bunga 1% pada Rp 100 juta = Rp 800 ribu bersih per tahun. Lumayan untuk 10 menit riset.
Strategi Laddering Sederhana
Punya Rp 120 juta untuk diparkir setahun? Pecah jadi 4 deposito @Rp 30 juta dengan tenor 3, 6, 9, 12 bulan. Setiap 3 bulan ada yang jatuh tempo — likuiditas terjaga, tapi rata-rata bunganya tetap bunga deposito, bukan bunga tabungan. Ini strategi klasik bernama laddering.
Disclaimer: simulasi edukasi. Suku bunga aktual mengikuti kebijakan masing-masing bank.